Apatuhh Flu Singapura…!???

Bantu share ya

Si “utuh” usia 2thn datang dengan keluhan demam mendadak dua hari tidak mau makan dan minum, mengeluh nyeri saat minum dan makan tampak bentuk seperti sariawan, di tangan hingga lengan dan kaki hingga pantat timbul bintil-bintil  berisi air datang ke puskesmas dan dinyatakan “sakit flu singapura”. bingung mamanya “utuh” padahal si “utuh” belum pernah sama sekali keluar negeri.

Begitulah sekelumit cerita pasien yang mungkin itu adalah kita yang pernah pengalaman anak kita terserang flu singapura.

Sebenarnya apa itu “flu singapura”. dari pada kita mereka-reka mari kita baca artikel ini.

“Flu Singapura” sebenarnya adalah penyakit yang didunia kedokteran dikenal sebagai Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau penyakit Kaki, Tangan dan Mulut ( KTM ).  Sebenarnya istilah Flu Singapura adalah kurang tepat karena dalam literatur dan dalam istyilah dunia kedokteran tidak dikenal istilah demikian. Mengapa disebut flu singapura sampai sekarang juga belum diketahui asal usulnya. Mungkin saja karena pertengahan September tahun 2000 lalu, penyakit tangan, kaki dan mulut pernah merebak di Singapura. Pemerintah Singapura bahkan sampai menganjurkan agar seluruh restoran siap saji, kolam renang, dan tempat bermain anak-anak ditutup sementara setelah tiga anak diberitakan meninggal karena diduga terkena penyakit tersebut. Sebanyak 440 taman kanak-kanak (TK) dan 557 pusat perawatan anak diliburkan.

Infeksi Kaki, Tangan dan Mulut ( KTM ) adalah penyakit virus akut yang muncul sebagai erupsi vesikular di mulut. Infeksi ini juga dapat melibatkan tangan, kaki, pantat, dan  atau alat kelamin. Coxsackievirus Tipe 16 (CV A16) adalah virus penyebab yang terlibat dalam sebagian besar kasus infeksi KTM.

Penyakit KTM sangat menular dan sering terjadi dalam musim panas. KTM adalah penyakit umum yang menyerang anak-anak usia 2 minggu sampai 5 tahun (kadang sampai 10 tahun). Orang dewasa umumnya kebal terhadap enterovirus. Penularannya melalui kontak langsung dari orang ke orang yaitu melalui droplet, air liur, tinja, cairan dari vesikel atau ekskreta. Penularan kontak tidak langsung melalui barang-barang yang terkontaminasi oleh sekresi itu. Tak ada vaktor tapi ada pembawa seperti lalat dan kecoa. Penyakit KTM ini mempunyai imunitas spesifik, namun anak dapat terkena KTM lagi oleh virus strain enterovirus lainnya.

Gejala

Gejala awal adalah demam tidak tinggi 2-3 hari, diikuti sakit leher (pharingitis), tidak ada nafsu makan, pilek, ruam di bagian mulut, tangan dan kaki, dan mungkin di bagian popok. Gejala seperti flu pada umumnya yang tak mematikan. Timbul vesikel yang kemudian pecah, ada 3-10 ulcus di mulut seperti sariawan terasa nyeri sehingga sukar untuk menelan. Timbul rash/ruam atau vesikel (lepuh memerah/blister yang kecil dan rata), papulovesikel yang tidak gatal ditelapak tangan dan kaki. Bila ada muntah, diare atau dehidrasi dan lemah atau komplikasi lain maka penderita tersebut harus dirawat. Jenis virus tertentu gejalanya dapat lebih parah yaitu demam tinggi lebih dari 38% selama 2 hari. Ada gejala flu, sesak napas, kejang-kejang, ulkus, seriawan pada rongga mulut, lidah, dan kerongkongan. Jika timbul gejala seperti ini harap sesegera mungkin dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif karena dapat menyebabkan kematian. Tempo pengasingan yang disarankan adalah hingga lepuh kering.

Baca Juga 

Manifestasi Klinis Infeksi KTM yang harus diwaspadai

  • Hiperpireksia ( suhu lebih dari 39 der. C).
  • Demam tidak turun-turun (Prolonged Fever)
  • Tachicardia (denyut jantung cepat)
  • Tachypneu (sesak)
  • Tidak mau makan, muntah atau diare sehingga kekurangan cairan dehidrasi.
  • Lethargi atau lemah dan kesadaran menurun
  • Nyeri pada leher,lengan dan kaki.
  • kejang.

Komplikasi

Meski sangat jarang, dalam keadaan daya tahan tubuh yang sangat rendah atau immunocomprimized dapat terjadi komplikasi yang berbahaya dan mengancam jiwa. Komplikasi yang dapat terjadi adalah Meningitis atau infeksi otak (aseptic meningitis, meningitis serosa/non bakterial) atau Encephalitis ( infeksi otak bulbar ). Komplikasi yang sangat jarang lainnya adalah Myocarditis atau gangguan jantung (Coxsackie Virus Carditis) dan gangguan persarafan  pericarditiso Paralisis akut flaksid

Penanganan

Tidak ada penanganan khusus dalam infeksi penyakit ini. Disarankan istirahat yang cukup. Sedangkan pengobatan spesifik tidak ada. Pengobatan simptomatik atau mengobati gejalanya. Pada hampir semua kasus tidak perlu pemberian antibiotik. Pemberian obat jamur untuk oles mulut tidak ada relevansinya secara langsung dengan penyeakit ini karena penyebab infeksinya adalah virus.  Kadangkala dibutuhkan antiseptik atau obat kumur penghilang rasa sakit didaerah mulut. Pemberian obat demam atau penghilang rasa sakit analgesik misal parasetamol. Cairan cukup untuk dehidrasi yang disebabkan sulit minum dan karena demam.

Perawatan utama adalah terapi suportif. Bahkan, tidak ada agen antivirus khusus untuk agen etiologi. Pastikan asupan cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi. Cairan dingin umumnya lebih baik. Zat pedas atau asam dapat menyebabkan ketidaknyamanan. Hidrasi intravena mungkin diperlukan jika pasien memiliki moderat sampai berat dehidrasi atau jika ketidaknyamanan menghalangi asupan oral.  Masalah yang paling mengganggu adalah kesulitan makan dan minum yang dialami penderita. Hal ini terjadi karena terjadi banyak luka kecil seperti sariwan di sekitar mulut yang sangat sakit dan pedih saat makan. Dalam keadaan tertentu kadangkala pemberian makan dan minum yang dingin dapat mengurangi rasa sakit saat makan. Makan dan minum dingin tersebut seperti es teh manis, bubur sumsum dingin atau susu yang dingin.

Penyakit ini adalah dapat sembuh sendiri atau self limiting diseases. Biasanya akan membaik dalam 7-10 hari, pasien perlu istirahat karena daya tahan tubuh menurun. Demam dapat diobati dengan antipiretik. Nyeri dapat diobati dengan dosis standar asetaminofen atau ibuprofen. Analgesia langsung juga dapat diterapkan untuk rongga mulut melalui obat kumur atau semprotan. Imunoglobulin intravena (IVIG) dan milrinone telah menunjukkan keberhasilan di beberapa beberapa laporan.  Pasien yang dirawat adalah yang dengan gejala berat dan komplikasi tersebut diatas. Pada penderita dengan kekebalan tubuh yang rendah atau neonatus dapat diberikan : Immunoglobulin IV (IGIV), pada pasien imunokompromis atau neonatus

(di edit dari artikel asli di https://infodemam.com/2014/03/20/penanganan-terkini-infeksi-kaki-tangan-dan-mulut-hfmd-atau-coxsackie-a16/ oleh:Widodo Judarwanto, Children Grow Up Clinic Jakarta Indonesia)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.