Pelatihan Penggunaan APAR dan Penangganan Pertama Pada Korban Luka Bakar

Bantu share ya
  • 2
    Shares

Pada tanggal 9 Februari diadakan acara pelatihan penggunaan APAR dan Penangganan Pertama Pada Korban Luka Bakar yang bertempat di Dinas Kesehatan Banjarmasin dengan peserta 52 orang dari Puskesmas Kota Banjarmasin bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Kebakaran Kota Banjarmasin

Pada acara tersebut dijelaskan teori penyebab kebakaran terbanyak di Indonesia dan Praktek Penggunaan APAR

Untuk Mengingat kembali cara pemakaian APAR kita baca ringkasan dibawah ini:

Tata cara (Prosedur) penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) / Tabung Pemadam Kebakaran :
  1. Tarik/Lepas Pin pengunci tuas APAR / Tabung Pemadam.
  2. Arahkan selang ke titik pusat api.
  3. Tekan tuas untuk mengeluarkan isi APAR / Tabung Pemadam.
  4. Sapukan secara merata sampai api padam.

Hal yang perlu diketahui dalam penggunaan APAR :

  1. Perhatikan arah angin (usahakan badan/muka menghadap searah dengan arah angin) supaya media pemadam benar-benar efektif menuju ke pusat api dan jilatan api tidak mengenai tubuh petugas pemadam.
  2. Perhatikan sumber kebakaran dan gunakan Jenis APAR yang sesuai dengan klasifikasi sumber kebakaran

File presentasi lengkap dapat anda lihat dibawah ini:

Pada Materi Kedua dibawakan oleh tim Kesehatan DINKES PEMKO, mengenai penangganan korban luka bakar, yang dapat dirangkum sebagai beriku:

Luka Bakar

Luka bakar bisa disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya panas, listrik, bahan kimia, cahaya, atau radiasi. Luka bakar bisa menyebabkan timbulnya rasa nyeri yang hebat dan terjadi terus menerus. Rasa nyeri ini disebabkan rusaknya ujung-ujung saraf. Parahnya, luka bakar juga bisa mengakibatkan kematian.

Berdasarkan tingkat keparahannya, luka bakar dibagi menjadi:

  1. Derajat satu
    Luka bakar derajat satu terjadi pada kulit luar dan tidak ada lepuh (bula). Luka bakar golongan ini bisa sembuh sendiri dan tidak meninggalkan bekas dalam waktu dua sampai lima hari.
  2. Derajat dua
    Pada luka bakar golongan dua kerusakannya lebih dalam, dasar luka berwarna marah atau pucat, pasien akan merasakan sakit yang hebat, dan terlihat adanya lepuh. Luka bakar tipe ini  dibagi menjadi dua jenis, yakni derajat dua dalam (deep) dan derajat dua dangkal (superfisial).
  3. Derajat tiga
    Kerusakan luka bakar derajat ini lebih dalam ketimbang derajat dua, kulit yang terbakar berwarna abu-abu dan pucat, tak ada lepuh, dan tidak dapat dirasakan nyeri karena ujung-ujung saraf mengalami kerusakan total atau kematian.
Baca Juga  Cara Mengirim Artikel atau Berita di Situs puskespemda.net

Sering kali dijumpai penanganan luka bakar yang ala kadarnya seperti mengolesi luka bakar dengan odol, sabun, bubuk, kecap, atau bahan lainnya.

Berikut ini beberapa langkah pertolongan pertama yang dapat dilakukan untuk penderita luka bakar:

  1. Jauhkan sumber penyebab luka bakar dengan pasien
  2. Hentikan proses terbakar
    Alirkan air yang tidak terlalu dingin atau panas pada luka bakar. Aliri terus menerus air selama 20 menit atau lebih pada luka bakar yang disebabkan oleh bahan kimia seperti aki. Lepaskan perhiasan dan pakaian yang mengganggu. Jangan memaksa melepaskan pakaian bila pakaian sudah melekat pada kulit. Anda bisa menggunting pakaian di daerah yang tidak mengalami perlekatan.
  3. Lakukan penilaian pertama
    Bila terjadi hal yang lebih parah dan tidak dapat ditangani sendiri maka segera hubungi ahli medis.
  4. Tutup luka bakar
    Tutuplah luka dengan menggunakan bahan yang steril. Jangan berikan es, lotion, salep, mentega, atau antiseptik pada luka bakar. Jangan berusaha memecahkan lepuh yang ada di luka bakar.

[ratings]

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.